Skip to content

My Blog

My WordPress Blog

Menu
  • Sample Page
Menu
Rumus reorder point + contoh perhitungan

Kapan Perlu Menambah Stok? Ini Rumus Pengambilan Keputusan Inventory

Posted on December 15, 2025

Prediksi Permintaan & Safety Stock: Kunci Menentukan Waktu Restock

Rumus reorder point + contoh perhitungan

Manajemen stok yang efektif bukan hanya soal menyimpan barang cukup banyak, tapi mengetahui kapan waktu tepat untuk melakukan pembelian ulang. Kesalahan menentukan waktu bisa membuat perusahaan mengalami kehabisan stok (stockout) atau justru menumpuk barang yang tidak laku.

Artikel ini membahas faktor penentu waktu pembelian ulang, rumus reorder point beserta contoh perhitungan, pengaruh demand forecasting, dan panduan implementasi dalam operasi sehari-hari.

Faktor Penentu Waktu Pembelian Ulang

Menentukan kapan harus menambah stok bukan keputusan sembarangan. Beberapa faktor utama mempengaruhi keputusan ini:

1. Lead Time Supplier

Lead time adalah waktu yang dibutuhkan supplier untuk mengirim barang setelah pesanan dibuat. Jika lead time panjang, stok harus ditambah lebih awal untuk mencegah kekosongan.

Contoh:

  • Lead time rata-rata: 5 hari
  • Permintaan harian: 100 unit
    Maka minimal 500 unit harus tersedia untuk menghindari stockout sebelum kiriman tiba.

2. Tingkat Konsumsi atau Permintaan

Penggunaan barang atau permintaan pelanggan menentukan kapan stok harus ditambah. Barang dengan permintaan tinggi memerlukan reorder lebih cepat dibanding barang dengan permintaan rendah.

Metode pengelompokan:

  • Fast-moving: Reorder cepat, stok minimal rendah tapi sering diperbarui
  • Slow-moving: Reorder lebih jarang, stok lebih stabil

3. Variabilitas Permintaan

Permintaan yang fluktuatif meningkatkan risiko stockout. Untuk menghadapi ini, perusahaan menggunakan safety stock, yaitu cadangan stok untuk mengantisipasi lonjakan permintaan.

4. Kapasitas Gudang dan Biaya Penyimpanan

Menyimpan terlalu banyak stok meningkatkan biaya sewa gudang, risiko kerusakan, dan biaya modal. Perusahaan harus menyeimbangkan antara kebutuhan stok dan kapasitas fisik gudang.

5. Strategi Penjualan dan Promo

Promosi atau event tertentu dapat meningkatkan permintaan secara mendadak. Faktor ini harus diperhitungkan saat menentukan waktu pembelian ulang.

Rumus Reorder Point + Contoh Perhitungan

Reorder point (ROP) adalah titik stok di mana perusahaan harus segera melakukan pembelian ulang. ROP membantu menghindari kehabisan barang saat lead time supplier masih berjalan.

1. Rumus Reorder Point

ROP = (Penggunaan Harian × Lead Time) + Safety Stock

Dimana:

  • Penggunaan Harian: rata-rata unit terpakai per hari
  • Lead Time: hari yang dibutuhkan supplier untuk pengiriman
  • Safety Stock: stok cadangan untuk mengantisipasi fluktuasi permintaan atau keterlambatan pengiriman

2. Contoh Perhitungan

Data:

  • Penggunaan harian: 120 unit
  • Lead time: 4 hari
  • Safety stock: 200 unit

Perhitungan:
ROP = (120 × 4) + 200
ROP = 480 + 200
ROP = 680 unit

Artinya, ketika stok tersisa 680 unit, purchasing harus segera membuat order ke supplier.

Catatan Tambahan

  • ROP dapat diubah secara berkala mengikuti trend permintaan dan lead time aktual
  • Safety stock bisa dihitung menggunakan variasi demand dan lead time untuk akurasi lebih tinggi

Pengaruh Demand Forecasting

Demand forecasting adalah proses memprediksi kebutuhan stok berdasarkan data historis dan tren pasar. Forecasting memengaruhi keputusan pembelian ulang dengan cara:

1. Mengurangi Risiko Stockout

Prediksi yang akurat memungkinkan perusahaan menambah stok sebelum permintaan meningkat secara tiba-tiba.

2. Mengurangi Overstock

Forecasting membantu menghindari pembelian berlebihan, sehingga modal tidak terikat pada barang yang tidak cepat laku.

3. Mengoptimalkan Safety Stock

Dengan proyeksi permintaan, safety stock dapat dihitung lebih tepat, sehingga perusahaan bisa mempertahankan stok rendah namun aman.

Metode Forecasting Umum

  • Moving Average: rata-rata permintaan selama periode tertentu
  • Exponential Smoothing: memberi bobot lebih pada data terbaru
  • Regression Analysis: menghubungkan permintaan dengan faktor eksternal (misal tren musiman)
  • Machine Learning: algoritma canggih untuk prediksi lebih akurat di perusahaan besar

Forecasting yang baik memadukan data historis, musim, tren pasar, dan input tim sales atau marketing.

Panduan Implementasi Pengambilan Keputusan Inventory

Implementasi yang tepat memastikan teori ROP dan forecasting bisa diterapkan dengan lancar di gudang.

1. Integrasi Sistem WMS / ERP

Gunakan sistem manajemen gudang (WMS) atau ERP untuk:

  • Melacak stok real-time
  • Mengirim alert saat mendekati ROP
  • Membuat purchase order otomatis

Software populer: Odoo, SAP, Oracle NetSuite, Microsoft Dynamics 365

2. Tentukan Kategori Barang

Gunakan metode ABC untuk memprioritaskan stok:

  • A: barang dengan nilai tinggi dan cepat habis → ROP ketat
  • B: barang menengah → ROP moderat
  • C: barang rendah → ROP fleksibel

3. Jadwal Review Berkala

Lakukan review stok dan ROP secara rutin, misalnya:

  • SKU A: mingguan
  • SKU B: bulanan
  • SKU C: triwulanan

Tujuannya agar penyesuaian cepat saat terjadi perubahan lead time atau permintaan.

4. Libatkan Tim Cross-Functional

Purchasing, gudang, sales, dan marketing harus koordinasi:

  • Sales memberikan perkiraan promo atau kampanye
  • Purchasing memastikan supplier siap
  • Gudang memantau stok dan alur barang

Koordinasi ini meminimalkan risiko kehabisan stok atau overstock.

5. Terapkan SOP Order Ulang

SOP sederhana bisa berbentuk:

  1. Sistem memunculkan alert saat stok ≤ ROP
  2. Purchasing membuat PO sesuai safety stock dan forecast
  3. Supplier mengonfirmasi lead time
  4. Barang diterima → stok diperbarui di sistem

Dengan SOP ini, proses pembelian ulang menjadi cepat, akurat, dan konsisten.

6. Evaluasi & Continuous Improvement

Gunakan KPI seperti:

  • Stockout rate: persentase barang habis
  • Order fulfillment rate: persentase pesanan terpenuhi tepat waktu
  • Inventory turnover: seberapa cepat stok bergerak

Analisis KPI membantu menyesuaikan ROP, safety stock, dan strategi pengadaan.

Kesimpulan

Menentukan waktu tepat untuk menambah stok adalah kunci efisiensi operasional. Dengan memahami faktor penentu pembelian ulang, menghitung reorder point dengan benar, menggunakan demand forecasting, dan menerapkan panduan implementasi yang terstruktur, perusahaan bisa:

  • Menghindari kehabisan stok
  • Mengurangi biaya penyimpanan
  • Meningkatkan kepuasan pelanggan
  • Mempercepat aliran kas

Strategi ini memastikan gudang tetap optimal, stok aman, dan order selalu siap tanpa harus menumpuk barang.

Optimalkan pengelolaan inventory bisnis Anda sekarang juga. klik tautan ini untuk melihat jadwal terbaru dan penawaran spesial solusi terbaik untuk stok yang lebih efisien dan terkendali.

Referensi

  1. Chopra, S., & Meindl, P. Supply Chain Management: Strategy, Planning & Operation.
  2. Silver, E. A., Pyke, D. F., & Peterson, R. Inventory Management and Production Planning and Scheduling.
  3. Nahmias, S. Production and Operations Analysis.
  4. Womack, J. P., & Jones, D. T. Lean Thinking.
  5. Liker, J. K. The Toyota Way.
  6. Jurnal International Journal of Production Economics, 2020–2023: artikel tentang reorder point, demand forecasting, dan inventory management.

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recent Posts

  • Cara Menentukan Safety Stock yang Ideal Tanpa Over Budget
  • Bagaimana Implementasi ABC Analysis Bisa Tingkatkan Profit?
  • Mengapa Perusahaan Kelas Dunia Serius Mengelola Inventory Control?
  • Tips Mengatur Stok Agar Tidak Expired atau Rusak di Gudang
  • 5 Trik Menekan Biaya Penyimpanan dengan Perencanaan Inventory yang Cerdas

Recent Comments

  1. A WordPress Commenter on Hello world!

Archives

  • December 2025
  • November 2025

Categories

  • inventory control
  • pelatihan
  • soft skill
  • strategi
  • training
  • Uncategorized
©2026 My Blog | Design: Newspaperly WordPress Theme